Masalah Sampah

Posted: April 13, 2011 in pengetahuan
Tags:

Lingkungan hidup adalah benda-benda yang mengelilingi hidup manusia. Karena benda yang mengelilingi hidup manusia terdiri dari benda padat, benda cair, dan benda gas.

Unsur lingkungan hidup dapat berupa benda hidup di sekitar manusia. Misal, bapak, ibu, nenek, saudara, kucing, ayam, sapi, bayam, jambu, pisang dan sebagainya. Di samping itu juga di sekitar  benda-benda mati. Misal, pagar besi, radio, TV, piring, dinding, dan bahkan sampah.

Jelasnya makna lingkungan manusia ternyata meliputi benda hidup, benda mati, agama, adat, pendidikan dan lain-lain. Manusia bersama unsur lingkungan itu membentuk ekosistem, yaitu pengaruh timbal-balik antara manusia dan lingkungannya.

Dahulu kebutuhan orang masih dalam tingkat yang primer sekali. Karena pengaruh zaman kebutuhannya berlipat ganda. Dari bermacam-macam kebutuhan tersebut tidal semuanya terpakai. Sisa-sisa kebtuhan, menjadi barang buang. Orang butuh roti, sudah wajar kalau bungkusnya dibuang. Dan itulah sampah!

Karena dahulu belum banyak orang maka belum banyak pula membutuhkan tanah untuk tempat hidup. Tanah masih banyak luang kekosongan. Padahal jumlah sampah tidak tidak menjadi masalah. Sampah dalam jumlah yang belum berlebih-lebihan, banyak keuntungannya bagi manusia. Dipendam dalam tanah akan menjadi pupuk yang sangat baik untuk tanaman. Bila dibuang ke sungai, akan diolah secara kimiawi, menimbulkan bahan makan bagi zat-zat yang lain. Dahulu belum ada sampah yang tidakdapat diolah secara kimiawi oleh tenaga alam. Barang-barang seperti beling, plastik, mika, dan sebagainya itu tidak lapuk dipendam di tanah. Tidak hancur direndam dalam air. Akibatnya air dan tanah menjadi cemar.

Kalau sampah benda buatan tersebut menjadi masalah karena kualitasnya, tidak demikianlah mengenai sampah alam. Sampah alam yaitu sampah yang terdiri dari benda alam seperti daun, jerami, sisa makanan, dan lain-lain.

Sampah ini menjadi masalah bukan karena kualitasnya (kekuatan), tetapi justru disebabkan kuantitas (jumlah) sampah yang melampui batas. Di kota jumlah sampah setiap hari menjadi berton-ton banyaknya.

Jadi jelasnya bahwa sampah menjadi masalah manusia karena pengaruh yang ditimbulkan oleh sampah-sampah itu. Karena ada sampah yang tidak dapat dihancurkan kembalioleh tenaga alam. Dan karena jumlahnya yang melampaui batas.

Sampah yang melampaui batas merupakan pencemaran lingkungan yang amat mengancam kelestarian hidup manusia. Sampah bertumpuk menebal, sudah merupakan pencemaran internasional.

Akibat majunya teknologi maka banyak sampah yang tak dapat dihancurkan oleh alam. Plastik, beling dan sebagainya, tidak dapat dihancurkan oleh sistem pembusukan alam. Akibatnya sampah seperti itu akan merusak lingkungan di udara, air, dan daratan.

Sampah sering dibuang di sungai-sungai, khususnya di kota-kota. Tindakan ini amat mengganggu ekosistem manusia. Akibat pencemaran yang timbul dari tindakan membuang sampah di sungai adalah sampah itu menyumbat aliran air, akibatnya air meluap dan terjadilah banjir yang melanda manusia sendiri. Air yang terhambat tersebut akan tersumbat/tidak mengalir, maka menimbulkan pembusukan dan berbau busuk. Tentu saja, hal ini mengganggu kesehatan dan ketentraman manusia. Sampah di sungai dapat menimbulkan pedangkalan. Bahkan, karena sungai itu bermuara di danau  atau lautan, maka juga akan mendangkalkan danau atau lautan.

Cara penanggulan sampah dapat melalui bermacam-macam cara, diantaranya:

1.      Cara Settling Procces, yakni memisahkan sampah keras dari yang berair, maka sampah yang berupa cairan dialirkan ke sungai atau danau.

2.      Cara  Resikling (daur ulang), yaitu pemanfaatan kembali barang-barang yang terbuang.

3.      Cara Isinerasi, yaitu membakar sampah di dapur bakar. Bahan-bahan sisa isinerasi juga bisa dimanfaatkan.

4.      Cara Destilasi, yaitu memasukan sampah ke dalam ruang tertutup, kemudian dipanasi tanpa diberi udara dan akan mengakibatkan macam-macam gas, gas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia yaitu pembangkit tenaga listrik.

5.      Kompos, yaitu menumpukan sampah organik ke dalam wadah dan ditutup selama  3 bulan.

6.      Penimbunan, yaitu menimbun sampah dengan tanah.

7.      Gunung Sampah

8.      Kantong Plastik, memasukan sampah-sampah ke plastik supaya tidak berserakan.

9.      Pengepresan

10.  Tangan banyak lebih kokoh, yaitu setiap manusia harus mempunyai kesadaran, jadi setia kita melihat sampah kita mesti memungutnya dan membuangnya ke tempat sampah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s